skip to main | skip to sidebar

El_Azkya's Blog

Semua penulis akan meninggal. Hanya karyanya-lah yang akan abadi sepanjang masa. Maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat nanti. (Ali bin Abi Thalib)

Jumat, 27 Desember 2013

Bolehkah Saya Pesan Jodoh Yang Seperti Dia, Tuhan?


Cinta itu ingin memiliki, dengan caranya sendiri..

Pernahkah anda jatuh cinta pada seseorang, namun ternyata orang tersebut sudah menjadi milik orang lain???

Kemungkinan pertama, anda akan berdoa pada Tuhan, “Tuhan, jika dia jodohku maka dekatkanlah. Tapi jika dia bukan jodohku, maka jodohkanlah..”. (www.maksa.com)

Kemungkinan kedua,  anda akan berusaha memperjuangkan cinta anda dengan berbagai cara, meski tau dia sudah memilih orang lain menjadi pendamping hidupnya. (Bukannya itu namanya merebut milik orang lain, apa baik??)

Kemungkinan ketiga,  anda akan berdoa pada Tuhan, “Bolehkah saya pesan satu jodoh yang seperti dia, Tuhan? KW2, KW3 nya pun tidak mengapa, asal yang seperti dia saja”. (Saya suka yang ini, hohoho)

Kemungkinan keempat, silakan tambahkan sendiri…

Asal kapas menjadi benang
Benang ditenun menjadi kain
Sudah dilepas jangan dikenang
Sudah menjadi milik orang lain

Bisa jadi, anda akan jatuh cinta pada orang yang berkualitas.. Entah berkualitas pada wajahnya, kantongnya, gaya bahasanya, kepandaiannya, keturunannya, agamanya, dan segala macam hal lain yang bisa membuat anda  jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun, ketika anda mengetahui orang tersebut telah memiliki pasangan, alangkah baiknya kita mengatur sikap yang terbaik agar semuanya akan berakhir dengan bahagia. Tentunya bahagia pada anda, dia, dan yang lainnya. Aji mumpung sebelum perasaan kita terlalu dalam kepadanya.

Kita harus menimbang kualitas apa yang bisa membuat anda pantas untuk memilikinya. Kalaupun masih menginginkan orang lain yang seperti dia, maka anda harus pula menempatkan posisi kualitas anda minimal sebanding dengan orang yang menyebabkan anda jatuh cinta.

Terkadang cinta memang tak membutuhkan alasan.. Namun, alangkah baiknya jika kita memantaskan diri ketika akan memasuki pilihan untuk jatuh cinta.
Satu hal yang pasti, jodoh itu rahasia Tuhan. Waktu dan tempatnya pun Dia yang Menentukan. Kalau memang dia jodoh anda, biar di ujung dunia sana, pasti ga bakal kemana. Tapi kalau bukan jodoh anda, biar dekatnya seperti perangko pun tetap akan terpisah. Dan satu hal yang pasti, manusia diminta berusaha dan berdoa untuk mendapatkan jodohnya. Kalau mau  mendapatkan jodoh yang baik, jadilah manusia yang baik juga.


Readmore.....
Diposting oleh Zea Hameeda di 02.28 0 komentar

Sabtu, 30 November 2013

Diklat Kurikulum 2013 :: Tips Menghadapi Peer Teaching

Beberapa hari yang lalu saya mengikuti diklat kurikulum 2013. Untuk pertama kalinya saya harus melaksanakan Peer Teaching, sebuah istilah yang artinya praktik mengajar di kelas. Padahal Peer Teaching itu adalah pekerjan sehari-hari yang dilakukan seorang guru. Namun, ketika proses pembelajaran itu diamati dan dinilai, apalagi yang berlaku sebagai murid adalah teman sejawat sesama guru, rasanya kok beda banget ya... Kelompok kami terdiri dari 17 orang guru kelas dan penjas. Dan saya mendapat nomor urut 17 hari itu. Saya merasa menjadi orang yang paling ditunggu dan menunggu. Panas dingin seharian. Pokoknya, tekanan mental gitu. Maklum, belum pernah ikut pelatihan yang ada Peer Teaching sebelumnya. Terakhir diamati waktu masih kuliah, PPL... Tapi muridnya masih muda-muda. Lha kalau ini yang diajar guru senior semuanya , saya paling muda.. Alhamdulillah semua berjalan lancar terkendali.

Disini saya ingin berbagi pengalaman tentang Peer Teaching yang pernah saya jalani. Semoga bisa menjadi pelajaran buat rekan-rekan semua... ^_^


  1. Ketika kita ditugaskan membuat RPP Kurikulum 2013, maka buatlah RPP sesuai buku petunjuk. Jangan jadikan RPP sebagai beban. Toh, RPP itu bukan hal yang baru pertama kali kita lihat kan?, Kan kita seorang guru.. Kecuali kalau RPP yang biasa kita pegang bikinan orang dan ga pernah kita buka, hehehe.
  2. Buatlah RPP sesuai Tema, Sub Tema, dan Pembelajaran yang telah dipilihkan tutor untuk kita. Gunakan referensi yang cukup. Bila tidak memiliki buku Siswa dan buku Guru, pinjamlah kepada teman yang memiliki, bisa juga membuka CD Pembelajaran yang diberikan panitia (jika ada) atau download buku elektroniknya di situ-situs internet. Jangan membuat RPP tanpa panduan buku Siswa dan Guru. Takutnya, KI, KD, dan Indikator yang disampaikan tidak sesuai dengan panduan.
  3. Siapkan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Carilah media yang mudah didapatkan di sekitar tempat diklat. Bila sulit ditemukan, bisa menggunakan media gambar atau tampilkan dengan slide. Media pembelajaran turut menentukan kualitas pembelajaran. Pembelajaran yang terlalu seadanya akan mencerminkan guru itu ga mau capek.. Ups
  4. Berlatih dulu sebelum maju Peer Teaching yang sebenarnya. Dengan teman sekamar misalnya....
  5. Peer Teaching itu sebenarnya mudah karena kita terbiasa melakukannya. Menjadi sulit karena kita merasa terbebani menghadapi penilaian orang lain. Santai saja teman.. ^_^
  6. Ketika teman yang lain maju Peer Teaching sesuai urutannya, maka kita guru yang berlaku sebagai murid, berlakulah sebagai murid yang baik. Kasihan tuh temannya maju panas dingin di depan. Kalau guru bertanya, sebisa mungkin direspon dengan menjawab pertanyaaan yang diberikan. Respon yang baik dari siswa adalah dukungan positif yang sangat berarti bagi guru yang ada di depan. Apalagi, yang maju kan bukan hanya dia saja, kita juga akan maju ketika sampai giliran.
  7. Sebelum maju, berdoa dulu, agar lisan kita dilancarkan dan siswa paham apa yang kita sampaikan. Berlakulah serileks mungkin, sebisa dan seluar biasa yang dapat ditampilkan.
  8. Lakukan peer teaching sesuai skenario RPP yang telah dibuat. Bila lupa, melihat RPP sekilas bukan hal yang dilarang.
  9. Ketika kita berlaku sebagai Guru, usahakan tidak ada panggilan "Pak" atau "Bu" kepada murid yang sebenarnya rekan guru juga. Kalau tidak hafal nama-nama mereka, bisa menggunakan nama up to me (terserah saya guru). Meskipun bukan tidak mungkin, seorang murid akan memiliki berbagai nama dalam sebuah pembelajaran karena gurunya memanggil dengan nama-nama berbeda, hahaha.
  10. Selalu berikan respon positif kepada siswa yang menyambut baik pelajaran kita. Mereka akan merasa dihargai.
  11. Pada dasarnya, tidak ada rekan sejawat yang ingin menjatuhkan rekannya yang maju. Semuanya akan saling mendukung karena merasa senasib dan sepenanggungan.
  12. de el el.. 
Kiranya ini saja tips yang dapat saya bagikan, kalau ada yang mau menambahkan atau mengomentari tulisan ini, akan saya sambut dengan baik. 

Readmore.....
Diposting oleh Zea Hameeda di 15.19 0 komentar

Sabtu, 16 November 2013

Mengapa Harus Berpuasa di Hari Senin dan Kamis

RASULULULLAH Muhammad SAW senantiasa menghidupkan puasa sunnah pada hari Senin dan Kamis. Inilah beberapa keutamaan dan keberkahan berpuasa pada hari Senin dan Kamis:

1. Pintu-pintu surga di buka pada dua hari tersebut, yaitu Senin dan Kamis. Pada saat inilah orang-orang Mukmin diampuni, kecuali dua orang Mukmin yang sedang bermusuhan.

Dalil yang menguatkan hal ini adalah hadits yang termaktub dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Pintu-pintu Surga di buka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim)

Keutamaan dan keberkahan berikutnya, bahwa amal-amal manusia diperiksa di hadapan Allah pada kedua hari ini. Sebagaimana yang terdapat dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Beliau bersabda:

“Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Alloh dalam setiap pekan (Jumu’ah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hambayang di antaradia dan saudaranyaterjadi permusuhan…” (HR. Muslim)

Karena itu, selayaknya bagi seorang Muslim untuk menjauhkan diri dari memusuhi saudaranya sesame Muslim, atau memutuskan hubungan dengannya, ataupun tidak memperdulikannya dan sifat-sifat tercela lainnya, sehingga kebaikan yang besar dari Allah Ta’ala ini tidak luput darinya.

2. Keutamaan hari Senin dan Kamis yang lainnya, bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam sangat antusias berpuasa padakedua hari ini.

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia mengatakan,

“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin danKamis”. (HR. Tirmidzi, an-Nasa-i, Ibnu Majah, Imam Ahmad)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menyampaikan alasan puasanya pada kedua hari ini dengan sabdanya,

“Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari senin dan Kamis, makaaku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkanaku dalam keadaan berpuasa.”(HR. At Tirmidzi dan lainnya)

Dalam shahih Muslim dari hadits Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu bahwaRasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah ditanya tentang puasa hari Senin, beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab,

“Hari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkannya Al-Qur’an kepadaku pada hari tersebut.” (HR.Muslim)

Ash-Shan’ani rahimahullah berkata, “Tidak ada kontradiksi antara dua alasan tersebut.” (Lihat Subulus Salam)

Berdasarkan hadits-hadits di atas maka di sunnahkan bagi seorang Muslim untuk berpuasa pada dua hari ini, sebagai puasa tathawwu’ (sunnah).

3. Keutamaan lain yang dimiliki hari Kamis, bahwa kebanyakan perjalanan (safar) Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam terjadi pada hari Kamis ini.

Beliau menyukai keluar untuk bepergian pada hari Kamis. Sebagaimana tercantum dalam Shahih Bukhari bahwa Ka’ab bin Malik radhiallahu ‘anhu mengatakan:

“Sangat jarang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam keluar (untuk melakukan perjalanan) kecuali pada hari Kamis.”

Dalam riwayat lain juga dari Ka’ab bin Malik radhiallahu ‘anhu:

“Bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam keluar pada hari Kamis di peperangan Tabuk,dan (menang) beliau suka keluar (untuk melakukan perjalanan) pada hari Kamis.” (HR.Bukhori)

Subhanallah...

Semoga kita termasuk umat yang dirindukan Rasulullah SAW yang selalu tetap istiqamah mengikuti dan mengamalkan Sunnah - Sunnah Beliau. Aamiin.

Sumber :: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=533683386727866&id=425791027517103

Readmore.....
Diposting oleh Zea Hameeda di 20.27 0 komentar
Label: kamis, mengapa, puasa, senin

Pernikahan Bukan Perlombaan



Ini tentang sahabat ku, sebut saja namanya Ayu. Wajahnya seindah namanya, ayu, cantik, anggun, cantik, atau apalah namanya. Memandangnya sungguh tak bosan. Apalagi Ia berpendidikan dan cerdas. Seharusnya, untuk perempuannya seperti dia, tidak susah mencari pendamping hidup dan segera menikah. Tapi kenyataannya, hingga kini ayu belum juga menikah. Jomblo tulen! Bukan karena tak laku, banyak yang mendekati, mengajaknya pacaran, mentah-mentah ia tolak. Tidak ada istilah pacaran dalam hidupnya. Dia hanya ingin menikah, bukan pacaran.

“Aku menikahnya dengannya?”

Tentu saja aku mau, tapi apakah Ayu mau? Lagian kami sudah sangat dekat bersahabat. Tidak ingin rasanya merusak persahabatan yang sudah lama terbina. Tapi, siapa yang tahu masa depan, lihat saja nanti.

Waktu itu, di hari Sabtu, aku mengajak Ayu ke kota tua. Maklum, sudah lima tahun aku di Bogor, tapi belum pernah sekalipun berkunjung kesana. Sengaja ku ajak Ayu kesana, selain sebagai guide, juga sambil melepas kangen yang rasanya sudah sampai di ubun-ubun. Setahun aku di pedalaman Kalimantan tak bersua dengannya.

Di stasiun Bogor, kami jalan berdampingan namun berjarak. Walau sahabat, kami tetap bukan muhrim. Kami sangat menjaga interaksi. Apalagi jilbabnya besar. Islam banget deh!!

Tiba-tiba, seorang perempuan sebaya kami mendekat.

“Eh Ayu.. Assalamu’alaikum.. apa kabar?” katanya.

“Wa’alaikumsalam.. Alhamdulillah saya baik..” jawab Ayu, “Subhanallah sudah lama nggak ketemu ya..”

Mereka cipika-cipiki, aku diam saja. Bengong.

“Wah, udah isi ya?” tanya wanita yang tak ku kenal sambil menunjuk perut Ayu.

Ayu nyengir, aku hampir tertawa terpingkal-pingkal, tapi ku tahan. Memilih memalingkan wajah ke arah lain.

“Isi makanan? Saya belum menikah.. doakan ya agar segera..”

“Amin..”

Di kereta, tak henti-hentinya pertanyaan “Sudah isi belum?” menjadi topik pembicaraan ku dan Ayu. Aku tertawa, tapi tetap tak bisa lepas. Banyak penumpang. Ayu juga demikian, tertawa-tawa saja.

Kejadian yang mirip terjadi kemarin, ya kemarin! Senin, 6 Mei 2013. Aku dan Ayu ketemuan karena suatu hal. Setelah urusan beres, kami hendak pulang, naik angkot. Kami duduk terpisah, aku di sisi kanan, Ayu di sisi kiri.

Tiba-tiba, seorang perempuan sebaya kami naik juga. Duduk di sebelahku. Eh tiba-tiba dia menepuk paha Ayu, “Hei, Ayu apa kabar?”

“Baik Alhamdulillah..”

“Sudah isi belum?” katanya sambil menunjuk perut Ayu.

Ayu menjawab dengan jawaban yang sama seperti dulu, “Isi makanan? Saya belum menikah.. Doakan agar segera ya..”

“Amin..”

Begitulah, menikah itu memang rahasia Allah. Kita hanya wajib berusaha saja. Ada orang yang ingin sekali menyegerakan, ikhtiar kemana-mana, tapi kalau Allah bilang “Belum!”, ya belum lah yang akan terjadi. Ada juga sebaliknya, mati-matian ia menghindar dari pernikahan, sekalipun ia buat tembok tinggi menghalangi, tapi jika Allah bilang “Sekarang!” maka dia pun pasti akan menikah segera.

Satu lagi, urusan menikah, tidak sama seperti lomba lari. Tentu saja! Kalau lomba lari, yang kuat pasti menang. Tapi menikah, belum tentu yang cantik akan cepat jodohnya! Jika lomba lari, yang duluan yang menang. Tapi dalam menikah, yang duluan bukanlah pemenang, sedangkan yang belakangan tidak bisa juga kita sebut sebagai pecundang.

“Jangan tanyakan kapan aku akan menikah, tapi tolong tanyakan kepada Allah, kapan Ia akan mengirimkan jodoh kepadaku!”

=======================
disadur dari artikel yang ditulis oleh Syaiful Hadi dalam blognyahttp://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/05/07/pernikahan-bukan-perlombaan-557661.html

Readmore.....
Diposting oleh Zea Hameeda di 17.36 2 komentar
Label: jodoh, nikah, perlombaan, pernikahan

Kisah Nyata Tentang CPNS : KKN itu Manis di Awal, Pahit di Kemudian Hari


Mungkin ini yang namanya karma, atau apalah namanya.. Yang jelas, "Setiap perbuatan, sekecil apapun, tersembunyi dibalik batu sekalipun, pasti ada balasannya", memang benar adanya. 

Puluhan tahun yang lalu, berbekal ijazah SPG saya ikut pendaftaran CPNS guru SD dan alhamdulillah dinyatakan lulus tes oleh pemerintah. Bedanya dengan yang sekarang, dulu itu bila kita mendaftar dan tes di kabupaten A, belum tentu akan ditempatkan di daerah sekitar situ juga. Bisa saja diletakkan di kabupaten F, H, atau J, tapi masih dalam provinsi yang sama. Karena saya seorang laki-laki, besar peluang akan ditempatkan di daerah yang jauh dan terpencil. Sebelum tiba pengumuman penempatan tugas, saya penasaran sekali dimana nanti bakal ditempatkan. Sebenarnya, takut juga jika harus diletakkan di daerah tak dikenal. Tapi, sudah konsekuensi yang telah diketahui bersama dan ditandatangani di atas materai, hitam diatas putih, bahwa saya dan para pelamar lainnya bersedia ditempatkan dimana saja di wilayah NKRI. 

Kebetulan saya  memiliki seorang paman yang bekerja di BKD, dimana jabatannya sangat potensial sekali dalam penentuan penempatan CPNS. Atas saran keluarga, akhirnya saya datangi beliau dan menanyakan dimana saya bakal ditempatkan. Dengan mudah saya dapatkan informasi sekolah yang akan saya tempati nanti, dan ternyata memang benar-benar di daerah terpencil, beda kabupaten pula. Saya pun meminta keringanan kepada beliau. Namun kata paman saya, sudah tidak memungkinkan lagi jika saya ingin meminta tukar posisi dengan orang lain karena surat pengantar saya telah sampai kesana, tinggal menunggu waktu pengumuman secara umum saja. 

Dengan berat hati, saya pulang ke rumah dan menceritakan perihal tersebut kepada keluarga. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya akan tinggal sendiri disana, berpisah dari ibu saya yang tinggal sebatang kara, sementara anak beliau hanya saya satu-satunya. 

Beberapa hari sebelum pengumuman rahasia yang sudah saya ketahui isinya, saya menyempatkan diri survei ke sekolah saya nanti. Ternyata, benar-benar jauh.. dan terpencil... bahkan lebih buruk dari yang saya bayangkan selama penantian ini. Setelah turun dari angkutan umum, saya harus berjalan kaki sekian kilometer melewati pematang sawah dan jalan setapak. Tidak ada jalan yang bisa dilalui kendaraan di desa itu. Bahkan, listrik pun belum masuk. Sebuah bangunan sekolah yang sangat jauh dari kata sederhana. Terbelakang mungkin  lebih cocok, pikir saya. 

Saya juga membeli perlengkapan sebagai bekal hidup menjadi perantau disana seperti kasur, kompor, dan perlengkapan lainnya. Niatnya agar ketika waktu melengkapi berkas tiba, sudah tidak repot lagi menyiapkan keperluan itu. 

Hari yang ditunggu pun tiba. Dengan hati yang campur aduk, saya buka surat penempatan tugas itu dan membaca apa yang tertulis disana. Seperti mendapat durian runtuh, sekolah tempat saya bekerja nanti adalah sekolah pinggiran yang masih berada dalam wilayah kecamatan saya sendiri. Sangat berbeda dengan yang saya ketahui lebih dulu sebelumnya. Rupanya, paman saya memberi kebijakan istimewa kepada saya, mengingat ibu adalah saudara beliau juga. Akhirnya, posisi yang seharusnya saya tempati sekarang ditukar dengan orang lain. Dan orang lain itu adalah teman sekelas saya dulu di SPG. 

Teman saya itu laki-laki juga. Wajarlah kalau dia ditempatkan di daerah terpencil saat ini. Meski seharusnya tidak begitu jika saja saya tidak menukar tempat saya dengannya secara tidak langsung. Maaf, kawan... Kadang, ego lebih penting dari segalanya, pikir saya. Tanpa menunjukkan rasa bersalah sedikitpun, saya menghadiahi semua perlengkapan yang telah saya beli sebelumnya sebagai bekal hidup disana. Saya bilang saja bahwa saya membelinya untuk persiapan dan jaga-jaga jika ditempatkan di daerah jauh. Saya ikhlaskan semua untuknya. Dia pun dengan senang hati menerima pemberian saya.

Bertahun-tahun saya menjalani tugas di sekolah yang tidak jauh dari tempat tinggal. Akhirnya saya bisa pindah juga ke sekolah di pusat kota. Berbekal ijazah S1 yang saya miliki, saya pun ikut mendaftar Sertifikasi Guru yang baru tahun pertama dilaksanakan. Apa yang terjadi ternyata tak sesuai harapan. Hanya karena terlambat sehari memasukkan berkas, pengajuan saya ditolak Dinas. Dan saya harus menunggu setahun lagi untuk mendaftar. Mungkin memang belum rezeki saya tahun itu. Alhamdulillah, tahun depannya saya bisa ikut dan lulus.

Rupanya ujian tak sampai disitu. Ketika seleksi Calon Kepala Sekolah diadakan saya pun ikut memasukkan berkas untuk ikut seleksi administrasi. Beberapa hari kemudian,  saya ditelpon seorang teman karib dari Dinas Pendidikan. Katanya, berkas saya lulus seleksi dan diminta mengikuti seleksi akademik di salah satu sekolah yang ditunjuk keesokan harinya. Saya pun datang ke tempat seleksi dengan penuh percaya diri. Kemudian, bertemu dengan guru-guru lain yang seangkatan dengan saya dulu, kami saling menyapa dan tukar informasi tentang tes yang akan dijalani hari itu. Tiba-tiba, pandangan saya tertuju pada selembar kertas yang ditempel di luar ruangan tes beberapa menit sebelum waktu tes dimulai. Kertas yang berisi daftar nama peserta tes. Saya mencari nama saya. Namun betapa kagetnya, ketika nama saya sama sekali tidak ditemukan terpampang disana. Dalam hati ini, sungguh malu diri ini jika ada orang yang memperhatikan kertas itu dan menanyakan maksud kehadiran saya disana. 

Dengan tergesa-gesa, saya ambil langkah balik dan pergi jauh meninggalkan tempat itu sebelum semua menyadari apa yang terjadi. Saya merasa dipermalukan oleh teman karib yang telah memberikan info yang salah itu. Betapa teganya dia mengecewakan saya dengan cara yang sangat kejam, pikir saya dalam perjalanan pulang membawa hati yang kalut kusut masai.

Saya berniat menemui dia hari itu juga di tempat kerjanya dengan emosi yang masih tak karuan. Saya meminta penjelasannya atas pengkhianatan yang diberikannya kepada saya. Namun, dia tidak bisa menjelaskan bagaimana nama saya bisa menghilang dari daftar yang seharusnya tertempel disana. Dia hanya bisa meminta maaf telah memberi informasi yang salah dan menegaskan bahwa apa yang disampaikannya lewat telpon sehari sebelumnya adalah benar.  Dia sendiri yang mencetak surat keputusan itu. Namun, jika ternyata yang terdaftar tidak sesuai dengan apa yang dikerjakannya, maka itu sama sekali di luar kuasanya sebagai bagian dari pegawai  dinas pendidikan.

Saya pun pulang dengan hati hancur, seperti cermin pecah. Semua bentuk kekecewaan menggelayut dan membuncah di hati. Apa salah saya hingga saya bisa dipermalukan sekejam itu. Malamnya, teman karib saya tadi menemui saya di rumah. Dia ingin menjelaskan duduk perkara yang terjadi sebenarnya dan sengaja ditutupi agar tidak menimbulkan kecurigaan berbagai pihak. Seharusnya memang saya yang terdaftar di kertas itu sebagai peserta, namun pihak pimpinan punya pilihan nama lain sebagai calon kepala sekolah yang memang belum terdaftar disana. Ternyata, nama itu keluarga dekat pimpinan juga. Jadilah nama saya yang dikorbankan. Dan saya pun tahu sekarang, bagaimana rasanya di"korban"kan... Sakit lahir batin... 

Dan itulah yang saya lakukan bertahun-tahun yang lalu. Ketika saya "menukar posisi" saya dengan teman saya, dengan "Nepotisme" memanfaatkan jabatan penting paman saya, posisi yang lebih nyaman buat saya, dan sakitnya buat dia. Saya sadar sekarang bahwa setiap perbuatan sekecil apapun, tersembunyi di dalam batu sekalipun, pasti akan ada balasannya. Bahkan setelah bertahun-tahun dijalani... Dan sampai sekarang, saya sudah tak punya niat lagi untuk mencalonkan diri sebagai kepala sekolah atau jabatan lain yang lebih tinggi dan bergengsi dari seorang guru.

================================

Pesan saya buat semua pembaca note ini, khususnya teman-teman yang akan mengikuti tes seleksi CPNS sebentar lagi, "Luruskan niat, teriring doa yang baik, sesuatu yang baik akan didapatkan dengan cara yang baik pula". Bukan dengan menghalalkan segala cara yang akan membuat kita bahagia dan kehidupan menjadi berkah nantinya. Diawali dengan niat yang baik, berproses dengan cara yang baik, dan diringi dengan doa yang baik. Daripada dipandang orang sukses lulus sebagai PNS, namun dibalik itu semua ada nama pejabat berwenang atau gelimangan uang yang digunakan untuk membeli sebuah kelulusan. Mungkin dengan KKN, kita bisa mendapatkan kebahagian dengan cara yang mudah, namun tidak ketenangan hati. Kebahagiaan sejati itu berasal dari hati yang tenang. Dan hati yang tenang itu didapat jika mengerjakan sesuatu sesuai tuntunan-Nya.  Rezeki tiap manusia tidak akan pernah tertukar, tinggal bagaimana kita mengusahakannya. Dan pintu-pintu rezeki itu tidak hanya terfokus pada satu pintu saja..... Terlepas dari semuanya, Selamat berjuang meraih sukses, teman-teman.. Semoga yang terbaik akan kalian dapatkan...  ^_^

Readmore.....
Diposting oleh Zea Hameeda di 17.35 0 komentar
Label: CPNS, Kisah nyata, KKN, Manis, Pahit
Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

*My Nasheed

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar

Mengenai Saya

Zea Hameeda
Lihat profil lengkapku

my facebook.. ^^

Arsip Blog

  • ▼  2013 (28)
    • ▼  Desember (1)
      • Bolehkah Saya Pesan Jodoh Yang Seperti Dia, Tuhan?
    • ►  November (7)
    • ►  Januari (20)
  • ►  2008 (9)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)
English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Link Sahabat

    Friend (Sisters)
    • Adieu Jendela Nalar
    • INFO LOMBA
    • Aisyah Kecil
    • Alga Biru
    • Anabel Rosetti
    • Anak Ilang
    • Aqrobu Littaqwa
    • Asa Kehidupan
    • Asa Kehidupan (Blogspot)
    • Bella Burhani
    • Bianglala
    • Chibi Maruko
    • Cicin Yulianti
    • Cicin Yulianti (WP)
    • Crafty Rini Putri
    • Crafty Rini Putri (MP)
    • Cynthia Yuliani Putri
    • Dian F Hasibuan
    • Dimas Pratiwi
    • Dinie Az Zahra
    • Eny Widayah
    • Fath Fawwaz
    • Fatimah Abdullah
    • Fiolet
    • Frigrina Nayla Ismail
    • Gemma Ayu Dewanti
    • Hamdia Ham2 Kudo
    • Hamdia Maulida
    • Hazna Alifah
    • Hikari Inqilabi
    • Independent Muslimah
    • Intan Safitria
    • Iwak van Helsingl
    • Izzah Aliyyah
    • Lintang Wandira
    • Musallamah
    • Muslimah Fathina
    • Muslimah Revolt
    • Nasya Nazira Mumtaz
    • Nasya Nazira Mumtaz
    • Nazmi Firdaus
    • Nita Maryam
    • Nur Maulidiyah
    • Nurdiana Binti Hawa
    • Nurina P. Sari
    • Nurina Purnama Sari
    • Pemikir Ideologis
    • Prima Atika
    • Rahmi Ar
    • Raz zahra
    • Restie 'eci' Sadja
    • Ridha Greenly
    • Ridha Greenly (Bgs)
    • Rifda Diniya
    • Rinduku
    • Rira Nurmaida
    • Ririn Ridhowati
    • Rismiyana
    • Rizki Amelia Kurniadewi
    • Senja utama
    • Septyan Hernani
    • Shinta Mardhiah Alhimjarry
    • Surani Ningsih
    • Ukhty Mei
    • Umi Gita
    Propaganda
    • Buletin Seven Level
    • Clinic 1924 Zine
    • Clinic 1924 Zine
    • Ge-eR Magz
    • MINIMAGZ BADAI OTAK
    • Openmind
    • Portal Islam
    • SA'I ZINE
    • Tabloid D'Rise
    Ustadzah
    • Dunianti Maharani Arief
    • Faizatul Rosyidah
    • Kuswandari
    • Nibras Hanif
    • Ranie Maharanie
    • Siti Sofiah
    • Sri Mas Jantung Sa'adah
    • Sri Masjantung Sa'adah
    • Ummi Fathin
    Campus
    • Al Marjan Islamic Studies Community (FPIK IPB)
    • BKLDK Kalimantan
    • BKLDK Kalteng
    • BKLDK Korda Malang Raya
    • DKM UNPAD
    • Jadwa Nasional
    • Jurnal Kampus
    • Kornas BKLDK
    • LDK BKIM IPB
    • STEI Hamfara Yogyakarta
    Link
    • DENSUS 1924
    • Gaul Islam
    • Khilafah.com
    • Konsultasi Media Syariah
    • MAFAHIM CENTER
    • Muslim Daily. net
    • NGAJI SMS TAUSIYAH
    • Software Konter Pulsa
    • Syahadat
    • Voice of Muslimah Bekasi
    • Youtube Islam
    Writer
    • Abay Abu Hamzah
    • Afifah Afra Blogspot
    • Afifah Afra Web
    • Asma Nadia
    • Dewi -Dee- Lestari
    • Ersis Warmansyah Abbas
    • Gola Gong
    • Helvy Tiana Rosa
    • Jonru Ginting
    • Jufran Helmi
    • Mia Endriza Yunita
    • Nafiisah Fb
    • Radinal Mukhtar Harahap
    • Salim A.Fillah
    • The Chamber of Friendship
    Nice Blog
    • Abu Fikry
    • Adian Husaini
    • Ali Masduki ITS
    • Anne Ahira
    • Bey Laspriana
    • Brotherhood Of Thufail Al Ghifari
    • Cokie
    • Dadan Dc
    • Dedhy Kasamuddin
    • Dudung Net
    • shabil.com
    • HUMOR
    • JhePunk Zone
    • Lentera Hati
    • Media Gue
    • Mujahid Cool
    • O. Solihin
    • Om Jay
    • Rizki S. Saputro
    • Teras Lentera Abi
    • Wijaya Kusumah
    Media
    • Al Jazeera
    • Arrahmah.com
    • Era Muslim
    • Media Islam Net
    • MEDIA ISLAM NET
    • Sabili
    • Suara Islam
    • Swara Muslim
    • Tablo Jejak
    Revolution
    • Adi Wijaya
    • Al Revoltnaline
    • Anti Kapitalis
    • Aziz Nur Afandi
    • Hadid Sang Pengkelana
    • Kontra Terorisme
    • OFTA (Only Fear To Allah)
    • Zundi Katulistiwa
    Blog News
    • Al Khilafah
    • Detik News
    • Hanung Bramantyo
    • Islam Menjawab
    • Okezone.com
    • Syiar Islam
    • Thuf
    • Uhibbuka Fillah Moslem Networking
    • Blog pada WordPress.com
    • Blog pada WordPress.com
    Flash Islami
    • Aqidah Islamiyah
    • Jalan Menuju Iman
    • Kritik Ideologi
    • Melek Politik Islam
    • Metode Perubahan
    • Perempuan Sepanjang Perubahan
    Blogging
    • Bahasa Arab Online's Notes
    • Belajar Ngeblog
    • Kafe Muslimah
    • Maminrev
    • Muslimah Jember
    • O-om
    • Sastra Langit
    • Seruan Global
    Other
    Tokoh
    • Ahmad Sumargono
    • Harun Yahya
    Radio
    • HTI Channel
    • KISI FM
    • Masa 90,9 FM
    • Radio Fajri FM
    • Radio Muslim
    Penerbit
    • Ar Raudhoh Pustaka
    • Pro-U Media
    Other
    • Arif Subekti
    • Moslem Sunnah
    My Inspiration
    • Divan Semesta
    • Muhammad Thufail Al Ghifari
    My Fav
    • Jurnal Ekonomi Ideologis
    • Syabab.Com
    Mujahid (ah)
    • Jeanny Muslimah
    • Mochammad
    • Muhammad Dive
    • Nchie Dive 1st
    • Situs Hamba Allah Ta'ala
    Media Utama
    • Al Islam
    • Al Wa'ie
    • Media Umat
    • Press Release
    Mass Media
    • Bpost
    • Jawa Pos
    • Kaltimpost
    • Kompas
    • Republika Online
    Lembaga
    • Syafaat Advertising
    Kitab
    • Al Qur'an Terjemah
    • Bahasa Arab Online
    • Instant Quran
    • Kitab Klasik
    • Waqfea
    Jurnalis
    • Randu Alamsyah
    • Sandi Firly
    HPA
    • Herba Penawar Al Wahida
    • Kurniawan 'Bekam' Wibowo
    Harokah
    • GEMA PEMBEBASAN
    • Hizbut Tahrir Indonesia
    • MHTI
    Bisnis OnlineInternet Sukses.com
’

Pesan Pengunjung

Mau pesan apa, pemirsa???

Statistik

My Guest Book

Entri Populer

  • Bolehkah Saya Pesan Jodoh Yang Seperti Dia, Tuhan?
  • Sahabat, Kok Kamu Bisa Tau Isi Hatiku???
  • Cinta Sejati
  • Senangnya Menjadi Seorang Guru
  • Indahnya Surat Ad Dhuha #Ayat-Ayat Allah yang Menyentuh Hati
  • Diklat Kurikulum 2013 :: Tips Menghadapi Peer Teaching
  • Mengapa Harus Berpuasa di Hari Senin dan Kamis
  • Sendiri
  • Berita Kepada Kawan by Ebiet G Ade (Tanyakan Pada Rumput yang Bergoyang)
  • Do'a Kalbu

Pengikut

Aku mau cari

Diberdayakan oleh Blogger.
 
© 2009
body